Gazebo Plafon Hidup di Kerta Gosa Klungkung Bali

klungkung-01

RADJAPENDAPA – Anda pernah ke Kabupaten Klungkung, Bali? Ibukotanya di Semarapura, sekitar 40 kilometer atau 1 jam dari Denpasar. Persis di seberang Kantor Bupati Klungkung, ada taman, kolam, museum, gapura gerbang bekas kerajaan tertua (Abad 14) dan menjadi pusat raja-raja di Pulau Dewata, Kerajaan Klungkung. Raja Klungkung adalah pewaris langsung dan keturunan lurus dari Dinasti Kresna Kepakisan, karena itu sering disebut rajanya raja di Bali.

Ada yang menarik dari artefak-artefak kerajaan yang masih bertengger di sana, terutama gapura dan gazebo-gazebo yang dibuat besar di sudut-sudut dan tengah, dikelilingi kolam. Kalau berkunjung ke sana, –namanya Kerta Gosa– sempatkan untuk naik ke atas gazebo yang dikelilingi kolam ikan nila itu. Gazebonya khas Bali, berukir di soko-sokonya, patung dan ukiran di blandar atasnya. Yang memikat adalah ada diorama, atau gambar yang mengandung unsure pendidikan, etika, aturan, yang dipercaya masyarakat. Diorama itu seperti kitab yang berisi filosofi, ajaran, perilaku, sikap, tata susila, kepercayaan, tradisi baik-buruk, hukuman bagi yang melanggar, detail.

klungkung-03

klungkung-04 klungkung-05 klungkung-06 klungkung-07 klungkung-08

Bentuknya gambar semacam wayang Bali. Kalau relief candi Borobudur dan Prambanan itu relief yang menempel di dinding. Tetapi bagi gazebo klungkung, gambarnya dilukis di dinding plafon gazebo. Lukisannya cukup memikat, detail dan dunia pewayangan pasti paham akan isi dan maknanya. Finish prodo yang sudah kesam itu Karena memang sudah tua.

Tiang-tiang gazebonya kecil-kecil tapi kelihatan asyik dengan ukiran ala Bali dan atapnya alang-alang yang enteng disangga. Gazebo itu betul-betul menjadi alat untuk belajar, atau orang tua mengajak anak-anaknya belajar etika dan kebaikan di bawah gazebo. Itu poin yang paling penting dari makna gazebo itu.

Bangunan Kerta Gosa sendiri dulu adalah bagian dari komplek bangunan kerajaan Klungkung, yang dibangun pada tahun 1686 oleh pemegang kekuasaan pertama yaitu Ida I Dewa Agung Jambe. Pada jaman dahulu Kerta Gosa adalah tempat diskusi mengenai situasi keamanan, keadilan dan kemakmuran wilayah kerajaan Bali, atau disebut dengan tempat pengadilan di Bali pada jaman dulu.

Kerta Gosa terdiri dari dua buah bangunan, yaitu Bale Kerta Gosa dan Bale Kambang. Bangunan Bale Kambang dikelilingi kolam yang disebut Taman Gili. Keunikan dari kedua bangunan tersebut adalah pada langit – langit bangunan, terdapat lukisan wayang yang mengambarkan kasus yang disidangkan, serta jenis – jenis hukuman yang akan diterima, jika melakukan kesalahan.

Disamping itu lukisan –lukisan tersebut juga menceritakan hukum karma pahala atau akibat dari baik buruknya perbuatan manusia yang dilakukan selama hidupnya dan penjelmaan kembali kedunia untuk menebus semua dosa dari perbuatannya.

Ada museum yang juga ramai dikunjungi wisatawan. Museum itu menyimpan benda – benda bersejarah peninggalan kerajaan Klungkung dan benda – benda yang digunakan oleh pengadilan adat tradisional Bali pada jaman dulu. Anda mau bikin plafon yang lukisan serupa, dengan wayang Jawa? Kami bisa membuatnya; www.radjapendapa.com email: pendapa.indonesia@yahoo.com.

Leave a Reply