Gebyok Prodo Emas Tutul

RADJAPENDAPA – Ada juga koleksi gebyok prodo yang lebih soft. Lebih halus, tidak ngejreng, tidak kelihata warna-warni. Tetapi hanya kelihatan emas di ujung-ujung ukirannya saja. Kami biasa menyebut: gebyok prodo emas tutul, karena cara membuat finishingnya memang di tutul-tutul dengan emas. Hasilnya juga serpihan-serpihan emas di ujung ukir kayu yang mirip tutul-tutul.

photo 1

photo 2photo 3

photo 4

Model ini menjadi menarik, sebab ketika malam tiba, dan semua lampu di matikan, lalu dikasih sinar lembut, maka tutul-tutul emas itu memantulkan cahaya dan kelihatan keren. Menyala di dalam gelap. Hidup dan berbinar di dalam ruang minim cahaya. Indah banget.

Hanya keluarga ningrat yang biasa menggunakan gebyok interior model ini. Selain mahal, juga lama proses finishing menempel butir-butir serbuk emas itu ke ujung ukiran. Sama dengan budaya di Tiongkok, hanya kelas pejabat pemerintah yang boleh menggunakan ornament warna merah menyala. Tapi kini, semua orang bisa dan boleh menggunakan ornament prodo dalam gebyok ataupun interior. Karena itu lebih sebagai karya seni interior, daripada memaknai strata social.

Kami memproduksi model prodo seperti itu. Bisa untuk gebyok, gapura, gazebo, pendopo dan joglo. Silakan diklik di: www.radjapendapa.com. @radja_pendapa, @rajapendapa, hub Nora Aprilita, 08122865434. PIN: 53C0CB66. Atau email kami di pendapa.indonesia@yahoo.com.(*)

Leave a Reply