Rumah Kayu, Pilih Kayu Kering

uy6lh3wr

RADJAPENDAPA – Anda pernah mendengar “kayu bongkaran rumah”? Kayu yang tidak berasal dari menebang pohon, tetapi berasal dari bongkaran rumah kayu kuno yang sudah puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun berdiri? Nah, kayu dari rumah seperti itulahlah yang biasa disebut kayu bongkaran rumah.

Kalau kondisi rumahnya terawat, harga kayu-kayunya bisa lebih mahal dari membeli langsung di penggergajian kayu atau penjual kayu jadi. Standar kekeringan kayu itu, kalau jati sampai 10-15 persen, itu sudah layak dipakai untuk bahan apa saja. Bisa untuk dinding, gladak lantai, tulangan kuda-kuda, blandar, soko, dan sebagainya.

Bagaimana kalau kayu habis tebangan? Sebaiknya dibawa ke oven, dan dipanasi sekitar 10-15 hari, sampai betul-betul kering. Pemanasannya juga tidak bisa langsung panas, di atur suhunya, di angin-angin, dan hangat-hangat saja. Jenis kayu seperti bengkirai dan meranti, jika terlalu panas, bisa melengkung, tidak lurus. Dua kayu itu di angka 20 persen kadar air sudah siap dipakai untuk membuat rumah kayu.

Kekeringan kayu ini juga sebagai jawaban, mengapa orang-orang sekarang pintu sering susah dibuka di musim kemarau. Tetapi bolong, atau mengkeret, di musim hujan. Kayu bisa memuai dengan cepat, juga bisa mengerut dengan sama cepatnya. Karena itu pemilihan kayu di lokasi pembangunan itu sangat penting. Jangan sampai salah tempat, salah memilih kayu. Bisa repot di kemudian hari,
Selain kering, biasanya kayu harus dilapis dengan cat, meni, mowilex, melamin, dan sebangsanya, untuk menjamin kelangsungan dan keawetan kayu. Juga untuk menutup pori-pori biar tidak kemasukan serangan. Rayap sekarang lebih ganas dibandingkan dengan 20-30 tahun yang silam. Biasanya, orang mengolesi Lantrex atau anti rayap sebelum dicat. Sehingga rayap dan sebangsanya tidak doyan dengan kayu yang dipasang.

Orang zaman dulu, untuk mengeringkan kayu keras, sebelum ditebang dikupas dulu kulit kambiumnya, barang keliling 20 cm. Nanti pohon akan layu dan mati, karena tidak ada suplay makanan ke batang dan daun. Setelah meranggas, daun-daunnya berguguran, istilahnya kalau orang Jawa “alum” atau layu. Setelah itu baru dicarikan gergaji untuk memotong kayunya.

Nah, pastikan kayu-kayu pilihan untuk rumah dan kediaman Anda betul-betul kayu yang tua, kering dan solid.(*)

One Response to “Rumah Kayu, Pilih Kayu Kering”

  1. Irwanto says:

    Saya minat rumah panggung joglo, minta gambar disain? Dan harga berapa. Tanah kami lebar 15 m x panjang 19 m. Terimakasih

Leave a Reply